Batik kota ku mendunia
Keragaman batik yang ada di Indonesia sudah sangat di kenali oleh masyarakat luas baik di Indonesia sendiri maupun di kancah dunia Internasional. Di Indonesia terdapat kota yang diberikan apresiasi Word City Of Batik oleh UNESCO yaitu kota Pekalongan. Di Kota Pekalongan sendiri banyak masyarakat yang membuat produksi batik. Ada batik cap, batik tulis, batik printing dan lain sebagainya. Berbagai macam batik dibuat menjadi baju atasan, gamis, kemeja, tapak meja, seperti, sarung, mukena dan masih banyak lagi. Kini produksi batik di Pekalongan semakin jaya, dibuktikan dengan adanya toko-toko batik yang semakin banyak ditemukan dilingkungan Pekalongan dan kreatifitas dari produk batik tersebut semakin banyak macamnya. Untuk itu masyarakat diluar Pekalongan maupun masyarakat mancanegara tertarik untuk membeli batik dari Pekalongan.
Saya sebagai warga Pekalongan pun sangat bangga, karena dengan adanya Batik, Kota Pekalongan menjadi semakin terkenal dikancah dunia dengan sebutan kota batik dunia.
Perlu kita sadari dengan semakin banyak nya produksi batik yang ada di Pekalongan, pemerintah harus memikirkan bagaimana pembuangan limbah batik agar tidak mencemari sungai-sungai yang ada di Pekalongan dan sekitarnya. Karena sampai detik ini hampir semua sungai di Pekalongan warna air tidak lagi jernih karena sudah tercemar oleh beberapa limbah termasuk limbah dari pembuangan obat batik. Oleh sebab itu, selain Pekalongan menjadi kota batik dunia juga harus menjadi kota yang bersih.
Batik di kota Pekalongan merupakan warisan budaya dari leluhur kita terdahulu. Kita sebagai generasi pemuda harus meneruskan dan mewarisinya serta menjaganya agar tidak dimakan oleh zaman.
Ciri khas yang cukup menarik pada batik asli Pekalongan adalah ada motif bernama Jlamprang yang berupa motif dengan bentuk geometris. Motif ini berupa kumpulan titik yang dibuat untuk sebuah motif yang berbeda dari ujung kain batik ke ujung lainnya. Motif ini tetap menggunakan warna cerah dan biasanya satu warna dengan yang lainnya.
Masih banyak lagi motif yang dibuat oleh pengrajin batik di Pekalongan yang mempunyai makna disetiap motif nya.
Pekalongan, 19 Oktober 2018
By, Debbi Silvia Aqida
Tidak ada komentar:
Posting Komentar